Rahasia Orang Kaya: Cashflow

Kalau kita membaca buku mengenai orang sukses atau buku-buku tips kaya dengan cepat yang banyak beredar di toko buku sekarang ini, maka kita bisa menyimpulkan bahwa rahasia orang bisa cepat kaya adalah dengan properti, emas, atau investasi aset kertas (saham, obligasi, dan reksadana). Dan sekarang banyak sekali buku dengan topik “beli rumah tanpa uang”, “berkebun emas”, “investasi emas”, “buku sakti investasi saham”, dll. Sehingga banyak membuat orang berpikir, “oh, beli property tanpa uang tanpa KPR tuh mudah”. Termasuk saya sendiri dulu waktu tahun 2009-2010, bahkan sampai ikut seminar dengan biaya jutaan (padahal dah keluar uang tuh sebenarnya, jadi bukan beli property tanpa uang lagi judulnya). Saya juga sempat mencoba skema berkebun emas, yang akhirnya saya ubah jadi beli dan simpan, bukan beli-gadai-beli lagi.

Namun kenyataannya apakah semudah itu? Beli property tanpa uang, investasi saham, dan investasi emas? Ini yang agak berbeda menurut saya, karena sebenarnya tidak ada cara yang mudah atau instant untuk kaya (walaupun tidak menutup kemungkinan ada yang berhasil, tapi berapa banyak?). Dan untuk bisa kaya menurut saya kuncinya bukan di property atau emas atau saham, tetapi kuncinya adalah di cashflow dari bisnis. 

Mengapa cashflow? Dengan cashflow yang lancar setiap bulannya akan membuat kita menjadi layak untuk dibiayai oleh bank. Mengapa harus bank? Karena bagi pelaku UKM seperti saya ini, untuk bisa memiliki investasi saya harus menggunakan leverage dari bank. Dengan pinjaman dari bank saya baru bisa membeli properti untuk investasi, entah untuk kantor, entah untuk disewakan kembali (supaya bisa mendapatkan cashflow positif). Sedangkan apabila kita untuk awalnya tidak memiliki cashflow dari bisnis kita, jelas bank juga akan ragu untuk memberikan pinjaman, entah KPR atau pinjaman modal untuk investasi, kalaupun bisa gaji kita sebagai pegawai cukup namun hanya mampu untuk KPR satu kali saja. Kecuali posisi kita cukup tinggi dan gaji kita mencapai 2 digit.

Jadi saya tetap lebih memilih untuk berbisnis dan menghasilkan cashflow positif dari bisnis saya, kemudian dengan menggunakan leverage dari bank saya bisa memulai berinvestasi (saya pribadi lebih suka berinvestasi di properti, tapi bukan untuk mendapatkan capital gain tapi agar mendapatkan cashflow positif bulanan) sehingga cashflow saya bertambah, bisnis+investasi, sehingga saya bisa mendapatkan leverage kembali untuk berinvestasi kembali.

Mudah? Siapa bilang, kalau mudah semua orang juga sudah jadi kaya. Tapi daya tahan penting dalam membangun bisnis sehingga bisa mendapatkan cashflow positif dan dinilai layak oleh bank untuk dibiayai. Mungkin prosesnya bisa setahun, tapi biasanya minimal bank akan melihat track record minimal 2 tahun. Jadi tidak perlu ngoyo dan terburu-buru, enjoy aja dalam prosesnya, dan pada akhirnya kita akan mencapai kebebasan finansial. Sukses!

Leave a Reply