Bisnis Hospitality

Salah satu usaha yang membuat saya tertarik adalah bisnis hospitality atau bisnis perhotelan. Kenapa menarik? Karena memiliki hotel adalah salah satu goal dalam permainan monopoli yang saya suka mainkan sejak kecil (ingatkan? Kita harus menukarkan 4 rumah hijau jadi 1 hotel merah hehehe). Namun karena saya belum bisa memiliki hotel namun memiliki 1 unit apartemen yang terletak di daerah yang cukup strategis di Jakarta Barat, maka saya mencoba menjadikan unit apartemen yang saya miliki ini sebagai pembelajaran memiliki bisnis hospitality yang menjadi impian saya.

Alih-alih saya menyewakan secara bulanan atau tahunan, saya memilih untuk meyewakan secara harian. Jelas lebih repot karena saya harus bertindak selayaknya hotel (atau hostel minimal), saya harus menyediakan kebutuhan minimal seperti perapihan unit apartemen yang meliputi kain seprei yang bersih dan bed cover nya, air mineral, koneksi internet (wifi), dan antar jemput bandara bila diperlukan (ini menjadi extra income tentunya). Namun dalam menjalankannya beberapa waktu ini, sungguh terasa menyenangkan karena bisa bertemu dengan banyak orang baru, baik lokal maupun foreigner, bahkan ada yang tetap berhubungan walau sudah check out.

Sekedar perbandingan saja, unit apartemen di sebrang unit saya disewakan pertahun hanya 18,5jt rupiah, sedangkan unit saya disewakan USD 30/hari dengan minimal sewa 2 malam. Bila dirata-rata bila unit apartemen yang sama disewakan secara konvensional hanya mendapatkan 50.684 rupiah saja atau 1.541.000/bulannya. Apabila unit dibeli dengan cara KPA (Kredit Kepemilikan Apartemen) selama 5 tahun, maka cicilan bulanannya sebesar 2,8jt rupiah. Jelas tidak menutupi biaya cicilannya. Namun keuntungannya biaya listrik, air, dan maintenance (IPL) ditanggung oleh penyewa.

Bila disewakan harian, diasumsikan hanya tersewa 14 hari saja setiap bulannya maka potensi pendapatannya (omset yah bukan profit) adalah USD 30 x 14 x Rp 11.000 (asumsi kurs) = Rp 4.620.000. Bila dipotong cicilan bulana 2,8 jt dan biaya IPL 1jt (berdasarkan pengalaman pemakaian sebulan penuh) maka masih bisa menghasilkan selisih 820 rb rupiah, gak terlalu jelek kan? Cuma memang akan lebih repot/ribet.

Sayangnya, unit apartemen yang saya miliki hanya ada satu dan itupun type nya adalah yang 2BR. Jadi selain saya membagikan pengalaman saya bagi teman-teman, saya juga punya misi mengajak kerjasama teman-teman yang memiliki unit apartemen yang sekarang belum optimal menghasilkan atau malah nganggur lama kosong karena cuma untuk investasi saja, agar bisa saya kelola untuk bisnis hospitality pemula ini. Bagaimana sistemnya? Kita bicarakan win-win solusi nya bagaimana, agar jangan ada yang dirugikan. Untuk area yang saya sukai jelas di daerah Jakarta Barat dan sekitarnya, harus sudah full furnish (bila belum bisa saya bantu, karena latar belakang bisnis saya adalah desainer dan kontraktor, bisa berkunjung ke blog bangun rumah, tentunya dengan harga khusus). Saya tunggu kabar dari teman-teman yang tertarik untuk bekerja sama dengan saya. Salam!

 

Leave a Reply