Tag Archives: pembelajaran

Bubble Properti

Semenjak tahun 2008, saat dunia mengalami krisis ekonomi karena subprime mortgage yang dimulai dari Amerika Serikat, properti di Indonesia malahan mengalami masa-masa keemasannya. Harga properti terus naik, setiap produk baru yang diluncurkan oleh pengembang untuk pasar primer selalu habis diserap oleh masyarakat. Salah satunya disebabkan karena kenaikan jumlah kelas menengah di Indonesia. Dengan semakin meningkatnya pendapatan perkapita kelas menengah di Indonesia, tentu makin meningkatkan daya belinya. Keluarga muda yang pada awalnya masih menumpang di mertua estate indah atau ngontrak sana-ngontrak sini, akhirnya sudah pede untuk membeli rumah pertama mereka. Tentu sebagian besar membeli menggunakan KPR dari bank (kecuali uangnya ambil dari Bank Ortu, sih lain ceritanya), sampai akhirnya membuat Bank Indonesia agak deg-degan sehingga memberlakukan aturan-aturan baru untuk KPR. Continue reading

Rahasia Orang Kaya: Cashflow

Kalau kita membaca buku mengenai orang sukses atau buku-buku tips kaya dengan cepat yang banyak beredar di toko buku sekarang ini, maka kita bisa menyimpulkan bahwa rahasia orang bisa cepat kaya adalah dengan properti, emas, atau investasi aset kertas (saham, obligasi, dan reksadana). Dan sekarang banyak sekali buku dengan topik “beli rumah tanpa uang”, “berkebun emas”, “investasi emas”, “buku sakti investasi saham”, dll. Sehingga banyak membuat orang berpikir, “oh, beli property tanpa uang tanpa KPR tuh mudah”. Termasuk saya sendiri dulu waktu tahun 2009-2010, bahkan sampai ikut seminar dengan biaya jutaan (padahal dah keluar uang tuh sebenarnya, jadi bukan beli property tanpa uang lagi judulnya). Saya juga sempat mencoba skema berkebun emas, yang akhirnya saya ubah jadi beli dan simpan, bukan beli-gadai-beli lagi. Continue reading

Bertindak sekarang atau menyesal selamanya!

Air mata penyesalanSetelah menonton film “Switch” yang dibintangi oleh Jason Bateman dan Jennifer Aniston, kemarin malam, membuat saya ingin menulis mengenai artikel ini “Bertindak sekarang atau menyesal selamanya!” karena saya yakin banyak diantara kita yang menyesal atas perbuatan yang tidak kita lakukan dan selalu bertanya, “Apa jadinya yah kalau saya dulu melakukan hal tersebut?”

Seringkali saat kita ingin melakukan sesuatu atau “passion” akan sesuatu bahkan seseorang ada keragu-raguan yang menghalangi kita untuk berbuat. Misalnya saja, sudah sejak lama Anda ingin berhenti kerja karena “passion” Anda adalah menjadi wirausahawan dengan membuka warung makanan sehingga bakat memasak Anda bisa tersalurkan. Namun impian Anda hanya tetap impian, sudah 5 tahun Anda tetap saja masih menjadi pegawai. Mungkin Anda takut hasil yang didapat tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup Anda dan keluarga? Apalagi anak Anda sudah mulai bersekolah “preschool”, dan kita tahu jaman sekarang mana ada sih sekolah murah tapi berkualitas dan yang “networking”nya bagus buat masa depan anak kita? Dan hasilnya selama Anda melepaskan impian Anda demi keamanan bekerja adalah gaji yang naik secara linier setiap tahunnya dan perasaan tidak puas di hati saat Anda akan tidur atau bertemu dengan rekan-rekan Anda yang sukses sebagai wirausahawan. Ok, tulisan ini tidak serta merta meminta Anda menjadi seorang wirausahawan karena jalan kesana sulit dan butuh mental kuat. Namun ini hanya salah satu contohnya saja.

Mungkin Anda memendam perasaan pada seseorang (dan sudah sejak lama) namun Anda tidak ingin mengubah “status quo” hubungan Anda karena takut bila tidak berjalan yang seperti Anda inginkan hasilnya malah Anda akan kehilangan orang yang Anda kasihi tersebut. Tapi relakah Anda melihat dia bersanding dengan orang lain yang Anda rasa bukan orang yang lebih baik daripada Anda? Saya bersyukur saya melakukan hal yang tepat untuk mendapatkan istri saya yang sekarang, saya bertindak dengan cepat setelah mempertimbangkan segalanya dengan masak-masak (tentu saja ada tahapan untuk yakin bahwa si dia adalah pasangan yang tepat untuk Anda).

Penyesalan selamanyaContoh di atas hanya sedikit dari sekiaaaaan banyak tindakan yang seharusnya Anda ambil (namun tidak) yang bisa membuahkan penyesalan selamanya….. Pertanyaannya adalah apakah Anda ingin menambah banyak penyesalan dalam hidup Anda? Tidakkah cukup sekian banyak penyesalan yang menghantui Anda setiap malamnya? Ambil tindakan sekarang, lakukan yang benar, dan jangan lupa lakukan semuanya dengan melibatkan Tuhan dalam setiap tindakan Anda, dan pasti hidup Anda akan dipenuhi dengan “spirit” dan kepuasan bahwa Anda telah menggenapi segala maksud dan tujuan Anda di bumi ini. Ingat waktu yang sudah lewat tidak akan pernah bisa kembali lagi, dan tidak pernah bisa dibeli seberapapun banyaknya uang yang Anda miliki.